Majlis Ta'lim al-Umm
(مجلس تعليم الامّ)
Minggu, 19 Januari 2014
Imam syafi'i mengingkari fanatisme #1
Sabtu, 18 Januari 2014
Pesan Rosululloh SAW
Kamis, 20 September 2012
Sajak Palsu
Karya R. Sarjono
SELAMAT PAGI PAK
selamat pagi bu
ucap anak sekolah dengan sapaan palsu
lalu merekapun belajar sejarah palsu dari buku - buku palsu
di akhir sekolah mereka terperangah melihat hamparan nilai mereka yang palsu
karena tak cukup nilai maka berdatanganlah mereka ke rumah - rumah bapak dan ibu guru untuk menyerahkan amplop berisi perhatian dan rasa hormat palsu
sambil tersipu palsu dan membuat tolakan - tolakan palsu
akhirnya pak guru dan bu guru terima juga amplop itu
sambil berjanji palsu untuk mengubah nilai - nilai palsu dengan nilai - nilai palsu yang baru.
masa sekolah
demi masa sekolah berlalu
merekapun lahir sebagai ekonom - ekonom palsu, ahli hukum palsu, ahli pertanian palsu, insinyur palsu
sebagian menjadi guru ilmuwan atau seniman palsu
dengan giarah tinggi mereka menghambur ke tengah pembangunan palsu dengan ekonomi palsu sebagai panglima palsu
mereka saksikan ramainya perniagan palsu dengan expor dan impor paslu yang mengirim dan mendatangkan berbagai barang kelontong kualitas palsu
da...n bank - bank palsu dengan giat menawarkan bonus dan hadiah - hdiah palsu
tapi diam - diam juga meminjaman pinjaman dengan izin dan surat palsu kepada bank - bank negeri yang dijaga pejabat - pejabat palsu
masyarakat pun berniaga dengan uang palsu yang dijamin devisa palsu
maka uang - uang asing menggertak dengan kurs palsu sehingga semua blingsatan dan terperosok krisis yang meruntuhkan pemerintahan palsu ke dalam nasib buruk palsu
lalu orang - orang palsu meneriakkan kegembiraan palsu dan mendebatkan gagasan - gasgasan palsu di tengah - tengah seminar dan dialog - dialog palsu menyambut tibanya demokrasi palsu
yang berkibar - kibar begitu nyaring dan palsu.
ditulis 1998.
Sabtu, 28 Juli 2012
Pembagian yang adil
Ath-Thabrani meriwayatkan dari Zir bin Hubaisy dia berkata: Ada dua orang sedang duduk sambil makan siang. Salah seorang di antaranya memegang 5 (lima) potong roti dan seorang lagi memegang 3 (tiga) potong roti. Tatkala mereka mulai makan, tiba – tiba ada seorang laki – laki datang dan mengucapkan salam. Kedua orang itu berkata: Duduk dan makan sianglah. Orang tadi duduk dan makan bersama kedua orang itu. Ketiganya makan dengan kadar yang sama dalam pembagian delapan potong roti tadi. Orang yang ikut makan tadi berdiri dan memberikan kepada mereka uang sebanyak delapan dirham. Dia berkata, “ Ambillah uang itu sebagai ganti makanan yang saya makan tadi.”
Kedua orang itu mulai bertengkar. Orang yang memiliki lima roti berkata. “saya mendapat bagian lima dirham sedangkan engkau mendapat tiga. Orang yang memiliki tiga potong roti itu berkata, “saya tidak rela dengan cara pembagian ini kecuali jika dibagi menjadi dua bagian, “lalu keduanya mengajukan permasaahan ini kepada Imam Ali Radhiallahu Anhu. Mereka mengisahkan kisah tadi.
Imam Ali Radhiallahu Anhu berkata, “Temanmu yang memiliki lima potong roti telah menawarkan kepadamu apa yang dia tawarkan. Dia memiliki roti lebih banyak dari kamu. Maka relalah kamu dengan tiga bagian dirham itu.
Namun orang itu berkata: “ saya tidak rela kecuali engan pembagian yang hak, benar dan jujur.”
Imam Ali radhiallahu Anhu berkata:” sebenarnya pembagian yang hak bagimiu itu adalah mendapat satu dirham sedangkan dia harus mendapat tujuh dirham”.
orang itu berkata:” Subhanallahu! jika memang demikian adanya. maka perlihatkanlah kepada saya cara pembagian yang benar dan saya akan menerima dengan senang hati”.
Ali radhiallahu Anhu berkata:” Bukankah delapan potong roti itu menjadi 24/3. dan kalian makan tiga orang. Dan tidak ada di antara kalian yang makan jauh lebih banyak atau lebih sedikit kecuali semuanya mendapat bagian yang sama. Kamu makan 8/3. sedangkan yang kamu miliki adalah 9/3. Kawanmu juga makan 8/3 dan dia memiliki bagian 15/3. sedangkan tujuh lagi siswa dari miliki kawanmu dimakan oleh pemilik dirham. sedangkan dia hanya makan satu dari milikmu. Maka dengan demikian kamu pantas mendapat satu, sedangkan temanmu pantas mendapat tujuh dirham. Apakah engkau Rela?!.
---------------------------- Tarikh Khulafa karya Imam as-Suyuthi, pustaka kautsar hlm. 208
Terlintas di benak kita satu kisah di atas bahwa keadilan itu memang hak dan benar adanya tanpa kepentingan di salah satu pihak tapi menyenangkan di kedua pihak. Lihat saja kebesaran hati pemilik lima roti dengan kepentingan pemilik tiga roti.
sungguh pembagian secara spontan dengan hati yang besar begitu menyenangkan meskipun di dalamnya ada kezhaliman (sebenarnya). tapi atas kebesaran hati tersebut adanya kasih sayang di antara keduanya.
tapi permintaan seseorang manusia yang menuntut keadilan akan pembagian menjadi dua bagian adalah suatu kepicikan (kezhaliman) yang mesti dipikirkan ulang. hal tersebut telah terjawab dengan hak dan keadilan yang sebenar-benarnya adil tanpa adanya kepentingan sebelah pihak.
BEGITULAH ISLAM DENGAN HUKUM – HUKUMNYA MAMPU MENCIPTAKAN SUASANA KEHIDUPAN YANG DAMAI DAN PENUH BERKAH DARI SEGALA ARAH TANPA MENGITIMIDASI ATAU MENGEKSPLOITASI GOLONGAN ATAU PRIBADI MELAINKAN BERSAMA – SAMA DALAM SATU KEADILAN TANPA MENZHALIMI LAIN PIHAK.
seperti pembagian waris sesungguhnya laki – laki mendapat 2 bagian sedangkan perempuan mendapatkan 1 bagian dari harta warisan. ada istilah dari kampung penulis bahwa kalo laki – laki itu beban di pikul sedangkan perempuan itu beban di letakkan di atas kepala (nama dari istilahnya penulis lupa)
Keadilan mana yang universal kecuali Islam. Beda dengan HAM hanya orang yang memiliki kekuasaanlah yang akan menikmati segalanya.
Senin, 16 Juli 2012
Nabi Tidak Pernah mentafsirkan dengan kalimatnya.!
Kerusakan di masa kini telah rusak dan telah jauh dari sumber yang sebenarnya. Telah nampak kerusakan dimana – mana baik tanpa disadari ataupun disengaja.
Kerusakan diperbuat tanpa disadari umumnya dilakukan oleh orang yang merasa dirinya mengikuti (katanya yang sebenarnya), padahal salah dalam mengikuti melainkan mengikuti hawa – hawa nafsu manusia –manusia yang durhaka kepada Allah yang menggunakan tampilan untuk menipu.
sebab apa demikian, karena mereka (yang merasa mengikuti sebenarnya) sekalipun ataupun bahkan sedikit saja tidak mau tahu dan mencari tahu kedustaan apa yang disampaikan oleh dajjal – dajjal berpakaian ulama.
Kerusakan disengaja, ini nyata seperti orang – orang musyrik (Kristen, hindu, budha, dan sebagainya bahkan demokrasi sekalipun (demokrasi merupakan agama) yang mengizinkan pluralisme, yang buruk dan yang baik itu sama, yang musryik dan tauhid itu sama, yang pintar dan yang bodoh itu sama dan bahkan bahwa Allah itu adalah tuhan dari segala Agama (Innalillahi wa innailaihi raaji’un) KEDUSTAAN YANG AMAT SANGAT DAN KEBODOHAN YANG AMAT ZHALIM. SEHINGGA BERANI MENGATAKAN ALLAH TUHAN DARI SEGALA AGAMA. KARENA TUJUAN AGAMA ITU SAMA……….. NAUDZUBILLAHI MINDZAALIKA… DARI KEBODOHAN ORANG – ORANG DUNGU TERSEBUT.
…. ya. memang disengaja oleh manusia – manusia kafir yang tidak senang terhadap agama ini jaya dalam meninggikan peradaban manusia yang beradab.karena apa… karena kepentingan mereka akan hilang. karena pada dasarnya manusia itu satu sama lain adalah saling menyempurnakan dan saling menolong satu sama lain bukan membudakkan bahkan menginjak satu sama lain.! (pikirkan)
Tidak satupun Nabi memerintahkan ummatnya kecuali mengikut petunjuk Allah, jika saja Nabi memasukkan kepentingan kehidupannya dalam perintah Allah maka yakinlah bahwa Allah telah mengancamnya dengan memutus urat nadinya hidup – hidup.
Sejarah membuktikan Dien ini tidak pernah membudakkan siapapun, bahkan dien (agama) islam ini memberikan keluasan bahkan ilmu kepada budak – budak. Contoh Ikrimah yang dahulu kafir kemudian di jadikan budak, melainkan setelah beliau masuk Islam beliau menjadi ulama yang terpandang karena Ilmunya. Agama mana yang memuliakan budak – budak, sungguh tidak satupun dalam hal ini agama manapun yang mampu kecuali Islam.
Kembali kepada pokok…. Kerusakan yang terjadi dengan tanpa sadar sesungguhnya dilakukan oleh orang – orang yang sungguh dikatakan berilmu. namun sungguh disayangkan mereka melupakan apa yang telah jelas DILAKUKAN OLEH NABINYA, BAHKAN PARA SHAHABATNYA DALAM menafsirkan perintah Allah. Mereka (Ulama kekinian yang sesat) menafsirkan perintah – perintah tersebut dengan mengikut bahasanya bukan mengikut perbuatannya.
KARENA TELAH NYATA SAAT INI. JIKA SAJA MEREKA MENGIKUTI PERINTAH ALLAH MELALUI PERBUATANNYA MAKA YAKINLAH TIDAK ADA SATUPUN KEMAKSIATAN YANG BERKEMBANG.
contoh: kebanyakan istri ustadzpun tidak berkerudung kecuali ketika hendak bepergian saja atau mendatangi pengajian saja…. (Innalillahi wa innailahi raji’un..
ingatlah wanita adalah madrasah bagi anak – anaknya di rumah sehingga wanitalah yang membentuk pejuang – pejuang yang sejati yang akan dimuliakan di dunia bahkan diakhirat … ataupun wanitapuna mampu menjadikan mereka terhina didunia bahkan di akhirat….
BILA SAJA BAHASA ITU STATIS MAKA DAPAT DIPASTIKAN ITU BENAR ADANYA.. NAMUN BAHASA ITU SESUNGGUHNYA FLEKSIBEL SESUAI ZAMANNYA DAN KEBODOHAN MANUSIA DI SAAT ITU DALAM BAHASA.! Maka kerusakan tanpa sadar telah menyelimuti sebagian besar manusia – manusia yang enggan berfikir, ataupun manusia diatas kepentingan dunia.!
http://youtu.be/MGXQlKx3j8o
NAUDZUBILLAHI. (sedikit pengingat). (IR)